Dua Korban Alami Patah Kaki Akibat Longsor Talud RSUD Sleman


Akibat mengalami luka cedera dua pekerja rehabilitasi talud RSUD Sleman harus menjalani rawat inap. Sebab dua pekerja tersebut sempat tertimbun runtuhan dinding penahan.

Duka korban luka cedera tersebut teridentifikasi bernana Suradal (45) seorang warga Bener, Tegalrejo, Kota Yogyakarta dan Swito Santosa (51) seorang warga Jetis, Sleman. Informasi tersebut didapat dari Kapolsek Sleman, Komisaris Pol Sudarno.

Kondisi korban Santosa, lanjutnya, saat ini sudah bisa diajak berkomunikasi. "Tapi kakinya sebelah kiri, itu kelihatannya patah dan ada robek di tumitnya," kata Sudarno di lokasi, Rabu (9/10/2019).

"Untuk Pak Suradal, terjepit juga tapi nggak apa-apa. Kondisi masih bagus dan terselamatkan," sambungnya.

Sudarno menambahkan bahwa Santosa dan Suradal saat ini sudah dalam perawatan RSUD Sleman.

Sudarno menjelaskan krnologi robohnya tadlud RSUD Sleman yang berawal dari kerja penggalian dan pemasangan besi untuk cor di dasar talud.

"Mungkin ada getaran, taludnya lalu roboh," tambahnya.

Ditanya apakah kondisi talud itu sudah terlebih dahulu retak, Sudarno membantah. Namun, indikasinya lebih ke usia bangunan yang sudah tidak lagi muda.

Diberitakan sebelumnya, talud setinggi kira-kira 3 meter yang berlokasi di selatan bangunan utama RSUD Sleman ambrol, Rabu (9/10/2019). Dua orang yang merupakan pekerja proyek tertimpa dan sempat tertimbun reruntuhan batuan dari talud tersebut.


Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Tapi, proses evakuasi, khususnya untuk korban Santosa, cukup memakan waktu. Lantaran, kaki yang bersangkutan sempat terjepit di reruntuhan.

Sumber: Akurat.co

Comments

Popular posts from this blog

Hidup 5 tahun di Bawah Tuduhan Dj Verny, Denny Sumargo Lega

Kini Maskapai Garuda Larang Untuk Pengambilan Foto dan Video

KPK Belum Memiliki Tersangka Baru