Aksi Demonstrasi di Kendari Telan Korban Jiwa dan Luka Parah
Tidak hanya di daerah Jabodetabek saja yang melakukan aksi demonstrasi menolak RUU RKUHP. Ternyata, satu Kota Kendari di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Provinsi Selawesi Tenggara juga ada aksi demonstrasi. Namun, aksi demonstrasi yang dilakukan di sana berujung ricuh dan sampai menelan korban jiwa.
Korban jiwa yang itu bernama Randi (22) seorang mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo, sebab meninggalnya Randi karena terkena tembakan di bagian dada. Sampai sekarang korban masih berada di UGD Rumah Sakit Ismoyo atau RS Korem Kendari.
Tidak hanya korban tewas, tiga mahasiswa lainnya juga mendapati luka parah. Namun, ketiga mahasiswa tersebut belum diketahui identitasnya.
Satu kondisi kritis kini sedang dirujuk ke Rumah Sakit Bahteramas. Sementara dua orang lainnya masih di rawat di rumah sakit Korem.
"Iya kena tembakan di dada," kata salah satu rekan korban yang enggan disebutkan namanya, seperti dikutip dari kendaripos.co.id.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak AKURAT.CO masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai peristiwa ini.
Diketahui, unjuk rasa tersebut sebagai bentuk penyuaraan pandangan mereka terkait beberapa Rancangan Undang-undang (RUU) yang dibahas DPR RI.
Awalnya, massa berada di depan kantor DPRD Sultra melakukan aksi orasi. Tuntutan tersebut di antaranya, yakni pencabutan UU KPK, menolak RKHUP dan menolak RUU Pertanahan.
Massa melemparkan batu dan kayu ke arah gedung DPRD. Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh dan Wakil Ketua DPRD Sultra Nur Salam Lada sempat menemui massa dengan naik ke mobil trailer dan turut berorasi di depan gerbang Kantor DPRD Sultra.
Namun massa menuntut untuk masuk ke dalam Kantor DPRD Sultra untuk hearing bersama anggota DPRD. Melihat kondisi tidak memungkinkan dengan massa aksi yang memaksa masuk Ketua dan Wakil Ketua DPRD Sultra kembali masuk ke gedung.
Kericuhan pun tak terhindarkan saat terjadi saling dorong pagar kantor DPRD antarmassa dan pihak keamanan. Kemudian massa melempari barisan polisi yang berada di halaman kantor DPRD dengan kayu dan batu.
Lemparan dari massa dibalas dengan semburan air dari watercannon dan tembakan gas air mata oleh polisi yang akhirnya berhasil memecah belah massa.
Akibat unjuk rasa ricuh ini, kaca kaca kantor DPRD Sultra picah dan sebagian pagar DPRD Sultra roboh.
Sumber: Akurat.co

Comments
Post a Comment